Minggu, 18 November 2012

makalah upaya penyediaan air bersih


UPAYA  PENYEDIAAN AIR BERSIH
MAKALAH
DISUSUN OLEH:

KELAS XII ILMU ALAM – 1

NURSYIDAH
RABIATUL ADAWIAH







DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA
SMA NEGERI 2 BANTAENG
KABUPATEN BANTAENG
2012



UPAYA PENYEDIAAN AIR BERSIH

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Kelompok
Bahasa Indonesia
                                              

DISUSUN OLEH:

KELAS XII ILMU ALAM – 1

NURSYIDAH
RABIATUL ADAWIAH










DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA
SMA NEGERI 2 BANTAENG
KABUPATEN BANTAENG
2012




KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha pengasih, karena limpahan kasih sayang serta petunjuk-Nya, penulis mampu menyusun makalah ini.
Makalah ini penulis susun sebagai salah satu persyaratan untuk menunjang nilai bahasa Indonesia. Dalam penyusunannya penulis menemui banyak hambatan, tetapi semua itu menjadikan penulis lebih termotivasi dalam menyelesaikan makalah ini. Makalah ini juga tidak terlepas dari bantuan, dorongan, dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, tak lupa penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam penyelesaian makalah ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, karena itu penulis mengharapkan adanya kritik dan saran dari semua pihak, demi kesempurnaan makalah ini. Besar harapan penulis semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca.

Bantaeng,   Februari 2012


Penulis





DAFTAR ISI
Halaman
SAMPUL DEPAN                                                                                                    
HALAMAN JUDUL                                                                                                
KATA PENGANTAR                                                                                              
DAFTAR ISI                                                                                                             
BAB I PENDAHULUAN                                                                                        
A.    Latar Belakang                                                                                         
B.     Rumusan Masalah                                                                                    
C.     Tujuan Penulisan                                                                                      
D.    Manfaat Penulisan                                                                                               
BAB II PEMBAHASAN                                                                                         
A.    Air Bersih 
B.     Pentingnya  Air Bersih                                                                 
C.     Manfaat Air Bersih
D.    Upaya Penyediaan Air Bersih                                                                  
BAB III PENUTUP
A.    Simpulan                                                                                                  
B.     Saran                                                                                                        
DAFTAR PUSTAKA                                                                                                           
BIOGRAFI PENULIS                                                                                             





BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Lingkungan merupakan alam sekitar individu di mana manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan hidup karena adanya udara, air, tanah, dan hutan. Jadi, lingkungan ini terdiri dari manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan sebagai makhluk hidup. Serta udara, air, dan tanah sebagai bagian yang menentukan terjadinya kelangsungan hidup bagi makhluk atau organisme hidup lainnya.
Antara kedua unsur di atas, yaitu makhluk hidup atau organisme hidup lain, senantiasa terjadi hubungan dan ketergantungan satu sama lain secara timbal-balik. Dalam kehidupan sehari-hari manusia atau makhluk hidup lain memerlukan air, udara, dan bahan makanan. Jika manusia bertambah jumlahnya, maka kebutuhan akan air untuk minum, dan membersihkan diri, udara untuk bernafas, dan bahan makanan untuk kekuatan tubuh juga akan meningkat.
Dalam proses pemenuhan kebutuhan tersebut manusia menentukan jenis serta jumlah air yang berguna bagi keperluan hidupnya, karena air merupakan unsur yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Seseorang tidak dapat bertahan hidup tanpa air, karena itulah air merupakan salah satu penopang hidup bagi manusia. Ketersediaan air di dunia ini begitu melimpah ruah, namun yang dapat dikonsumsi oleh manusia untuk keperluan air minum sangatlah sedikit. Dari total jumlah air yang ada, hanya lima persen saja yang tersedia sebagai air minum, sedangkan sisanya adalah air laut. Selain itu, kecenderungan yang terjadi sekarang ini adalah berkurangnya ketersediaan air bersih itu dari hari ke hari. Semakin meningkatnya populasi, semakin besar pula kebutuhan akan air minum. Sehingga ketersediaan air bersih pun semakin berkurang. Akibatnya, terjadi kelangkaan air yang harus ditanggung oleh lebih dari 40 persen penduduk bumi. Kondisi ini akan kian parah menjelang tahun 2025 karena 1,8 miliar orang akan tinggal di kawasan yang mengalami kelangkaan air secara absolut. Kekurangan air telah berdampak negatif terhadap semua sektor, termasuk kesehatan. Tanpa akses air minum yang higienis mengakibatkan 3.800 anak meninggal tiap hari oleh penyakit. Begitu peliknya masalah ini sehingga para ahli berpendapat bahwa pada suatu saat nanti, akan terjadi “pertarungan” untuk memperebutkan air bersih ini. Sama halnya dengan pertarungan untuk memperebutkan sumber energi minyak dan gas bumi.
Jumlah penduduk manusia yang tiap tahun makin bertambah dan tidak seimbang dengan lingkungan fisik di sekitarnya merupakan faktor utama yang menimbulkan masalah lingkungan. Lingkungan fisik tersebut berupa air, udara, dan tanah. Sedangkan masalah kegiatan manusia untuk memenuhi kebutuhannya, juga merupakan faktor yang menimbulkan masalah lingkungan sebagai kelanjutan dari peningkatan jumlah penduduk.
Masalah lingkungan tersebut berupa pencemaran air, udara, suara, bahkan tanah. Pencemaran air merupakan masalah besar yang sudah lama ingin diselesaikan, namun karena kegiatan manusia yang tidak terkendali serta bencana alam yang kadang terjadi mengakibatkan pencemaran air belum dapat berhenti. Akibatnya, jumlah persediaan air bersih di alam (sungai, danau, sumur) untuk memenuhi kebutuhan semakin sedikit. Maka dari itu, untuk mengatasi hal ini perlu dilakukan upaya untuk memperoleh air bersih.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apakah yang dimaksud dengan air bersih ?
2.      Bagaimanakah pentingnya penyediaan air bersih ?
3.      Bagaimanakah upaya penyediaan air bersih ?

C.    Tujuan Penulisan
1.      Mengetahui pengertian air bersih.
2.      Mengetahui pentingnya penyediaan air bersih.
4.      Mengetahui upaya-upaya penyediaan air bersih.

D.    Manfaat Penulisan
1.      Sebagai sumber referensi bagi penulis-penulis selanjutnya yang akan membahas lebih dalam yang berkaitan dengan makalah air bersih.
2.      Sebagai sumber informasi bagi siswa tentang pentingnya air bersih.
3.      Sebagai bahan pertimbangan dalam upaya penyediaan air bersih.
4.      Sebagai salah satu penunjang nilai bahasa indonesia.























BAB II
PEMBAHASAN

A.    Air Bersih
Air merupakan zat cair yang dinamis bergerak dan mengalir melalui siklus hidrologi yang abadi. Siklus tersebut yang pertama adalah penguapan dari laut ke udara sebanyak 502.800 km3 dan penguapan dari daratan sebanyak 74.200 km3 per tahun. Kemudian yang kedua yaitu curah hujan yang berasal dari penguapan air dari laut dan darat , yang jatuh ke laut sebanyak 458.000 km3 dan ke daratan 119.000 km3 per tahun. Ketiga, air daratan berjumlah 44.800 km3 terbagi menjadi 42.700 km3 mengalir di permukaan tanah dan 2,100 km3 mengalir di dalam tanah selanjutnya semua berkumpul di laut.
Dalam referensi lain disebutkan bahwa air adalah adalah zat kimia yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini di bumi, tetapi tidak di planet lain.
 Air menutupi hampir 71% permukaan bumi. Saat ini kualitas air minum di kota-kota besar di Indonesia masih memprihatinkan. Kepadatan penduduk, tata ruang yang salah dan tingginya eksploitasi sumber daya air sangat berpengaruh pada kualitas air. Pemerintah telah mengeluarkan Kepmenkes No 907/Menkes/SK/VII/2002 tentang syarat dan pengawasan kualitas air minum. Syarat air minum sesuai Permenkes yaitu harus bebas dari bahan-bahan anorganik dan organik. Dengan kata lain kualitas air minum harus bebas bakteri, zat kimia, racun, limbah berbahaya dan lain sebagainya.
Di banyak tempat di dunia terjadi kekurangan persediaan air. Selain di bumi, sejumlah besar air juga diperkirakan terdapat pada kutub utara dan selatan planet Mars, serta pada bulan-bulan Europa dan Enceladus. Air dapat berwujud padatan (es), cairan (air) dan gas (uap air). Air merupakan satu-satunya zat yang secara alami terdapat di permukaan bumi dalam ketiga wujudnya tersebut. Pengaturan air yang kurang baik dapat menyebakan kekurangan air, monopolisasi serta privatisasi dan bahkan menyulut konflik.
Air juga merupakan substansi kimia dengan rumus kimia H2O, satu molekul air tersusun atas dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom oksigen. Air bersifat tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau pada kondisi standar, yaitu pada tekanan 100 kPa (1 bar) and temperatur 273,15 K (0 °C). Zat kimia ini merupakan suatu pelarut yang penting, yang memiliki kemampuan untuk melarutkan banyak zat kimia lainnya, seperti garam-garam, gula, asam, beberapa jenis gas dan banyak macam molekul organik.
Air sering disebut sebagai pelarut universal karena air melarutkan banyak zat kimia. Air berada dalam kesetimbangan dinamis antara fase cair dan padat di bawah tekanan dan temperatur standar. Dalam bentuk ion, air dapat dideskripsikan sebagai sebuah ion hidrogen (H+) yang berasosiasi (berikatan) dengan sebuah ion hidroksida (OH-).
Air bersih adalah salah satu jenis sumberdaya berbasis air yang bermutu baik dan biasa dimanfaatkan oleh manusia untuk dikonsumsi atau dalam melakukan aktivitas mereka sehari-hari termasuk diantaranya adalah sanitasi.
Untuk konsumsi air minum menurut departemen kesehatan, syarat-syarat air minum adalah tidak berasa, tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak mengandung logam berat. Walaupun air dari sumber alam dapat diminum oleh manusia, terdapat risiko bahwa air ini telah tercemar oleh bakteri (misalnya Escherichia coli) atau zat-zat berbahaya. Walaupun bakteri dapat dibunuh dengan memasak air hingga 100 °C, banyak zat berbahaya terutama logam tidak dapat dihilangkan dengan cara tersebut.
Air minum harus steril (steril = tidak mengandung hama penyakit apapun). Sumber-sumber air minum pada umumnya dan di daerah pedesaan khususnya tidak terlindung sehingga air tersebut tidak atau kurang memenuhi persyaratan kesehatan.
Agar air minum tidak menyebabkan penyakit, maka air tersebut hendaknya diusahakan memenuhi persyaratan-persyaratan kesehatan, setidaknya diusahakan mendekati persyaratan tersebut. Air yang sehat harus mempunyai persyaratan sebagai berikut:
1.      Syarat fisik
Persyaratan fisik untuk air minum yang sehat adalah bening (tak berwarna), tidak berasa, suhu dibawah suhu udara diluarnya sehingga dalam kehidupan sehari-hari. Cara mengenal air yang memenuhi persyaratan fisik ini tidak sukar.
2.    Syarat bakteriologis
Air untuk keperluan minum yang sehat harus bebas dari segala bakteri, terutama bakteri patogen. Cara untuk mengetahui apakah air minum terkontaminasi oleh bakteri patogen adalah dengan memeriksa sampel (contoh) air tersebut. Dan bila dari pemeriksaan 100 cc air terdapat kurang dari 4 bakteri E. coli maka air tersebut sudah memenuhi syarat kesehatan.
3.  Syarat kimia
Air minum yang sehat harus mengandung zat-zat tertentu didalam jumlah yang tertentu pula. Kekurangan atau kelebihan salah satu zat kimia didalam air akan menyebabkan gangguan fisiologis pada manusia. Sesuai dengan prinsip teknologi tepat guna di pedesaan maka air minum yang berasal dari mata air dan sumur dalam adalah dapat diterima sebagai air yang sehat dan memenuhi ketiga persyaratan tersebut diatas asalkan tidak tercemar oleh kotoran-kotoran terutama kotoran manusia dan binatang. Oleh karena itu mata air atau sumur yang ada di pedesaan harus mendapatkan pengawasan dan perlindungan agar tidak dicemari oleh penduduk yang menggunakan air tersebut.
Pada prinsipnya semua air dapat diproses menjadi air minum. Sumber-sumber air ini, sebagai berikut:
1.    Air hujan
Air hujan dapat ditampung kemudian dijadikan air minum, tetapi air hujan ini tidak mengandung kalsium. Oleh karena itu, agar dapat dijadikan air minum yang sehat perlu ditambahkan kalsium didalamnya.
2.    Air sungai dan danau
Air sungai dan danau berdasarkan asalnya juga berasal dari air hujan yang mengalir melalui saluran-saluran ke dalam sungai atau danau. Kedua sumber air ini sering juga disebut air permukaan. Oleh karena air sungai dan danau ini sudah terkontaminasi atau tercemar oleh berbagai macam kotoran, maka bila akan dijadikan air minum harus diolah terlebih dahulu.
3.    Mata air
Air yang keluar dari mata air ini berasal dari air tanah yang muncul secara alamiah. Oleh karena itu, air dari mata air ini bila belum tercemar oleh kotoran sudah dapat dijadikan air minum langsung. Tetapi karena kita belum yakin apakah betul belum tercemar maka alangkah baiknya air tersebut direbus dahulu sebelum diminum.
4.    Air sumur
Air sumur dangkal adalah air yang keluar dari dalam tanah, sehingga disebut sebagai air tanah. Air berasal dari lapisan air di dalam tanah yang dangkal. Dalamnya lapisan air ini dari permukaan tanah dari tempat yang satu ke yang lain berbeda-beda. Biasanya berkisar antara 5 sampai dengan 15 meter dari permukaan tanah. Air sumur pompa dangkal ini belum begitu sehat karena kontaminasi kotoran dari permukaan tanah masih ada. Oleh karena itu perlu direbus dahulu sebelum diminum.
Air sumur dalam yaitu air yang berasal dari lapisan air kedua di dalam tanah. Dalamnya dari permukaan tanah biasanya lebih dari 15 meter. Oleh karena itu, sebagaian besar air sumur dalam ini sudah cukup sehat untuk dijadikan air minum yang langsung (tanpa melalui proses pengolahan).
5.    Air Hujan
Kebutuhan rumah tangga akan air dapat pula dilakukan melalui penampungan air hujan. Tiap-tiap keluarga dapat melakukan penampungan air hujan dari atapnya masing¬masing melalui aliran talang. Pada musim hujan hal ini tidak menjadi masalah tetapi pada musim kemarau mungkin menjadi masalah. Untuk mengatasi keluarga memerlukan tempat penampungan air hujan yang lebih besar agar mempunyai tandon untuk musim kemarau.

B.       Pentingnya Air Bersih
Pentingnya air yang bersih bagi manusia tentu sudah Anda pahami sejak kecil. Belakangan, sekolah dasar maupun pendidikan usia dini senantiasa menyelipkan pendidikan pentingnya air yang bersih bagi semua manusia. Namun kenyataannya, manusia di seluruh penjuru bumi masih terus menghasilkan bermacam limbah yang membahayakan alam dan lingkungan kita sendiri.
Air merupakan berkah alam. Dan keamanan air (yakni akses untuk mendapatkan air bersih yang cukup setiap hari) adalah bagian yang penting bagi kesehatan masyarakat. Bila masyarakat membuat keputusan bersama mengenai bagaimana mendapatkan air, menyimpan dan menggunakan sumber air mereka bersama, maka mereka dapat menjamin keamanan air bagi masyarakat.
Demi mendapatkan air bersih yang cukup, kebanyakan orang bersedia untuk melakukan apa saja atau menanggung biaya dengan harga yang wajar. Tetapi di banyak tempat, air yang dibutuhkan orang untuk minum sudah terkontaminasi oleh kuman-kuman, cacing, atau bahan kimia beracun, sudah diambil oleh industri atau industri pertanian, atau dijual dengan harga yang tidak terjangkau oleh masyarakat. Dalam membuat keputusan mengenai berapa harga air dan bagaimana air itu dijaga, dilestarikan, didistribusikan, dan digunakan, maka kebutuhan air masyarakat untuk kelangsungan hidup dan kesehatan harus lebih diutamakan daripada untuk keperluan lain.
Meningkatkan Kesadaran Masyarakat tentang pentingnya air bersih
Seorang perempuan yang membawa air menempuh jarak yang jauh berjalan kaki setiap hari tak perlu diberitahu lagi bahwa itu adalah pekerjaan yang berat. Tetapi ia tidak menyadari bahwa ia punya kekuatan untuk mengubahnya.
Bila warga-warga sudah melihat perlunya pasokan air yang bersih dan dapat diandalkan sebagai suatu masalah bersama, maka mereka dapat mulai bekerja sama untuk membuat perubahan. Meningkatkan kesadaran masyarakat sering menjadi langkah pertama dalam membuat perubahan, dan biasanya melibatkan sekelompok orang yang melakukan beberapa tindakan bersama-sama.
Di planet kita, semua sudah tahu bahwa semua jenis kehidupan sangat tergantung pada air untuk tetap hidup dan berkembang. Tiga per empat bumi adalam air, sama seperti manusia yang 55% - 78% tubuhnya terdiri dari air. Saking pentingnya air bagi kehidupan, manusia hanya bisa bertahan paling lama lima hari tanpa air. Dalam skala yang lebih luas, air bersih dan sehat sangat penting bagi perkembangan sosial dan ekonomi.
Begitu tergantungnya kehidupan manusia terhadap air, maka kualitas hidup manusia sangat tergantung dari kualitas air yang dikonsumsi. Air yang baik dan sehat membuat ekosistem sehat dan tetap terjaga sehingga pada akhirnya, menjadikan manusia lebih sejahtera. Sebaliknya, kualitas air yang buruk berdampak pada menurunnya kualitas lingkungan. Pada banyak kasus, buruknya kualitas air menyebabkan penyakit pada manusia, kerugian, dan kematian. Diare, penyakit yang paling umum ditularkan melalui air, menyerang 4,6 Milyar orang, 2,2 juta diantaranya berakibat fatal.
Air adalah dasar dari kehidupan, namun air juga bisa menjadi perantara yang sempurna untuk menularkan penyakit ke seluruh Negara di dunia, tak peduli kaya atau miskin. Selama air di bumi saling berhubungan, selama itu juga air menjadi media transmisi yang baik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat atau justru menyeret dunia menjadi kawasan tak layak huni.
Selain sebagai sarana mencapai kesehatan dan kesejahteraan, air juga sangat penting bagi lingkungan pertanian dan bisnis, aplikasi industri dan kimia, proses sanitasi, fasilitas rekreasi, dan pengolahan makanan. Industri air kemasan dan system pemurnian air adalah usaha yang kini sedang berkembang. Dan tentu saja, sejak jaman dahulu, air menjadi komponen utama dalam menangani kebakaran.
Sebagaimana kampanye PBB pada 2010 yang bertajuk “Clean Water for a Healthy World”, PBB menyatakan bahwa “kualitas air berdampak pada setiap orang dan gaya hidup kita berdampak terhadap kualitas air”. Program pelestarian air kini berfokus pada desakan bagi manusia menjadi penjaga utama agar air tetap bersih dan sehat dengan mengurangi pencemaran. Hal ini sangat penting mengingat gaya hidup manusia telah menyebabkan kerusakan dan terkurasnya sumber air di bumi.
C.      Manfaaat Air Bersih
Seluruh makhluk hidup yang ada di bumi pasti menbutuhkan air. Air bisa dikatakan sebagai sumber kehidupan. Banyak manfaat yang diberikan air untuk makhluk hidup. Di sini akan dijelaskan fungsi-fungsi penting air dalam kehidupan.
Air Bekerja Dengan Ajaib bila Anda minum banyak air bersih dan jernih, maka hal tersebut akan memacu peningkatan kesehatan Anda, di mana para peneliti menemukan bahwa, makin hari makin banyak keuntungan dengan minum air dalam jumlah yang cukup bagi kesehatan, termasuk:
Pencernaan dan metabolisme yang lebih baik
Minum air dalam jumlah yang cukup menjadikan baik pencernaan maupun metabolisme dapat bekerja pada kapasitas maksimalnya. Faktanya, penelitian terbaru dari University of Utah menyatakan bahwa kekurangan air dapat menyebabkan menurunnya metabolisme.
Memperbaiki kemampuan dan daya tahan tubuh
Anda akan mampu bekerja lebih keras/berat bila mendapatkan air yang cukup. Sebagai tambahan, air dapat memperkuat daya tahan tubuh Anda. Karena air dapat menaikkan simpanan glycogen, suatu bentuk dari karbohidrat yang tersimpan dalam otot dan digunakan sebagai energi saat Anda bekerja.
Tahan lapar rasa lapar kadang merupakan penyamaran dari rasa haus. Sewaktu anda mengalami dehidrasi (kekurangan air) Anda mungkin merasa ingin makan padahal yang Anda butuhkan sebenarnya adalah air. Anda juga dapat memanfaatkan efek rasa kenyang dari minum air untuk
mencegah makan berlebihan.
Mengurangi resiko terhadap beberapa macam penyakit
Para peneliti saat ini meyakini bahwa cairan atau tepatnya air dapat berperan aktif dalam mengurangi resiko terhadap beberapa penyakit seperti: batu ginjal, kanker saluran kencing, kanker kandung kemih, dan kanker usus besar (colon). Minum cukup air dapat pula menghindari sembelit.
Senjata ampuh melawan masuk angin atau pilek
Antibodi dalam lendir yang melapisi kerongkongan berfungsi untuk menjerat virus pilek. Daya tahan ini akan melemah apabila Anda dehidrasi (kekurangan air) karena akan menyebabkan lendir mengering. Sebagai catatan banyak ahli kesehatan merekomendasikan air sebagai ekspektoran yang efektif untuk mengurangi batuk.
Pelembab wajah paling ampuh
Dengan minum banyak air membantu kulit Anda tetap kenyal dan kencang serta mengurangi garis-garis dan kerut pada wajah.
Menangkal rasa letih akibat melakukan perjalanan
Udara panas dapat menyebabkan Anda dehidrasi dan akan menimbulkan rasa letih pada saat dan setelah perjalanan. Minumlah banyak air sebelum melakukan perjalanan dan satu gelas tiap jam perjalanan Anda.
Mengatasi migrain/sakit kepala
Para peneliti menyatakan bahwa dehidrasi dapat mengakibatkan migrain/sakit kepala, jadi bila Anda sering mengalami migrain adalah sangat penting untuk minum air dalam jumlah yang cukup.

Sedangkan Fungsi Air yang utama adalah :
1. Membentuk sel-sel baru, memelihara dan mengganti sel-sel yang rusa
2. Melarutkan dan membawa nutrisi-nutrisi, oksigen dan hormon ke seluruh sel tubuh yang membutuhkan
3. Melarutkan dan mengeluarkan sampah-sampah dan racun dari dalam tubuh kita
4. Katalisator dalam metabolisme tubuh
5. Pelumas bagi sendi-sendi
6. Menstabilkan suhu tubuh
7. Meredam benturan bagi organ vital, dengan menggunakan air secukupnya khususnya minum, tubuh kita akan selalu segar dan kesehatan tetap terjaga.

D.      Upaya Penyediaan Air Bersih
Ketersediaan air yang terjangkau dan berkelanjutan menjadi bagian terpenting bagi setiap individu baik yang tinggal di perkotaan maupun di perdesaan. Pertambahan jumlah penduduk yang terus menerus terjadi membutuhkan usaha yang sadar dan sengaja agar sumber daya air dapat tersedia secara berkelanjutan. Pengembangan infrastruktur air bersih domestik sistem komunal dengan pendekatan partisipasi masyarakat merupakan alternatif strategi dalam pengembangan wilayah.
Studi ini mengkaji karakteristik partisipasi yaitu jenis, bentuk, dan derajat partisipasi pada tiap tahapan kegiatan dan faktor-faktor yang membentuknya. Studi ini juga mengkaji hubungan antara karakteristik partisipasi yang terjadi dengan keberhasilan penyediaan prasarana air bersih. Tujuan dari kajian tersebut adalah untuk memahami karakteristik partisipasi masyarakat yang dapat mendukung penyediaan air bersih. Hasil studi diharapkan dapat memberikan gambaran pelaksanaan suatu kegiatan penyediaan prasarana air bersih dengan pendekatan partisipasi masyarakat, sebagai alternatif penyediaan prasarana air bersih oleh masyarakat serta memberikan masukan tambahan pengalaman terhadap teori partisipasi dan kegiatan serupa di tempat lain.
Untuk dapat memahami karakteristik partisipasi masyarakat tersebut, maka dilakukan analisis diskriptif secara kualitatif dan kuantitatif dalam beberapa tahap. Tahap pertama adalah menggambarkan karakteristik partisipasi yang terjadi dan tingkat keberhasilan penyediaan prasarana air bersih. Tahap kedua adalah membandingkan karakteristik partisipasi yang terjadi dengan tingkat keberhasilan penyediaan prasarana air bersih. Tahap ketiga adalah mencari faktor-faktor yang membentuk karakteristik partisipasi, baik dari faktor yang berkaitan dengan karakteristik individu dan karakteristik kelompok. Pencarian faktor yang berkaitan dengan karakteristik individu dilakukan dengan menggunakan analisis statistik berbasis chi square, yaitu dengan metode crosstab untuk melihat koefisien kontingensi dan taraf signifikansi. Faktor yang berkaitan dengan karakteristik kelompok didapat dengan membandingkan antara karakteristik partisipasi yang terjadi dengan karakteristik masing-masing kelompok yang distudi.
Temuan studi ini menunjukkan bahwa karakteristik partisipasi yang dapat mendukung keberhasilan penyediaan prasarana air bersih adalahn masyarakat berpartisipasi secara total (overall), yaitu secara spontan aktif dalam memberikan sumbangan dalam kombinasi berbagai bentuk dan berperan dalam pengambilan keputusan bersama pada setiap tahap kegiatan. Partisipasi yang demikian dapat terjadi apabila pengenalan warga terhadap tetangga tinggi, organisasi masyarakat yang diikuti warga menjadi penggerak kegiatan, terdapat chost sharing antara  warga dan lembaga donor, masyarakat harus mendapat akses terbesar sebagai pengambil keputusan melalui mekanisme pengambilan keputusan yang melibatkan semua unsur yang ada yaitu warga, pengurus, dan Pemerintah Desa, serta terdapat lembaga pengelola yang independen dan beranggotakan masyarakat setempat.
Masukan bagi pemilik kegiatan penyediaan air bersih sistem komunal dengan pendekatan partisipasi masyarakat dalam rangka menumbuhkan kesediaan masyarakat untuk berpartisipasi adalah dengan memobilisasi masyarakat secara intensif dalam setiap kegiatan lingkungan serta menciptakan kegiatan kemasyarakatan yang dapat meningkatkan interaksi masyarakat. Sedangkan untuk menciptakan karakteristik kelompok yang dapat menumbuhkan partisipasi, disarankan dalam pemberian bantuan sebaiknya melalui/melibatkan organisasi masyarakat, sehingga masyarakat dengan mudah dan merasa memiliki sendiri (selfbelonging) kegiatan tersebut. Selain itu, pendanaan sebaiknya tidak sepenuhnya berasal dari bantuan pihak luar, tetapi di perlukan cost sharing sehingga tumbuh rasa kepemilikan bersama dan rasa tanggung jawab untuk memelihara dan mengelola prasarana secara bersama-sama. Kelompok perlu melibatkan masyarakat dalam setiap forum diskusi dan pemberian wewenang kepada masyarakat untuk mengambil keputusan sehingga terwujud rasa tanggung jawab masyarakat atas keputusan yang telah dibuat bersama. Prasarana sebaiknya dikelola oleh badan yang independen dengan tetap melibatkan unsur tokoh masyarakat dan pemerintah desa.
Pendekatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan pembangunan yang merupakan bagian dari pembangunan dari bawah (bottom up planning) dapat dijadikan strategi dalam pengembangan wilayah. Tujuan jangka pendek pendekatan partisipasi masyarakat adalah melaksanakan kegiatan bersama masyarakat untuk memenuhi kebutuhan praktis dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sedangkan tujuan jangka panjang pendekatan ini adalah untuk mencapai pemberdayaan masyarakat dan perubahan sosial sehingga masyarakat dapat menggali potensi dirinya dan berani bertindak memperbaiki kualitas hidupnya, dengan cara pembelajaran yang terus-menerus.
Air merupakan zat yang memiliki peranan sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. Manusia akan lebih cepat meninggal karena kekurangan air daripada kekurangan makanan. Di dalam tubuh manusia itu sendiri sebagian besar terdiri dari air. Tubuh orang dewasa, sekitar 55-60 % berat badan terdiri dari air, untuk anak-anak sekitar 65 % dan untuk bayi sekitar 80%. Air dibutuhkan oleh manusia untuk memenuhi berbagai kepentingan antara lain: diminum, masak, mandi, mencuci dan pertanian.
Menurut perhitungan WHO, di negara-negara maju tiap orang memerlukan air antara 60-120 liter per hari. Sedangkan di negara-negara berkembang termasuk Indonesia, tiap orang memerlukan air 30-60 liter per hari. Diantara kegunaan-kegunaan air tersebut yang sangat penting adalah kebutuhan untuk minum. Oleh karena itu, untuk keperluan minum air harus mempunyai persyaratan khusus agar air tersebut tidak menimbulkan penyakit bagi manusia.
Ada beberapa cara pengolahan air minum antara lain sebagai berikut:
1. Pengolahan Secara Alamiah
Pengolahan ini dilakukan dalam bentuk penyimpanan dari air yang diperoleh dari berbagai macam sumber, seperti air danau, air sungai, air sumur dan sebagainya. Di dalam penyimpanan ini air dibiarkan untuk beberapa jam di  tempatnya. Kemudian akan terjadi koagulasi dari zat-zat yang terdapat didalam air dan akhirnya terbentuk endapan. Air akan menjadi jernih karena partikel-partikel yang ada dalam air akan ikut mengendap.

2. Pengolahan Air dengan Menyaring
Penyaringan air secara sederhana dapat dilakukan dengan kerikil, ijuk dan pasir. Penyaringan pasir dengan teknologi tinggi dilakukan oleh PAM (Perusahaan Air Minum) yang hasilnya dapat dikonsumsi umum.

3. Pengolahan Air dengan Menambahkan Zat Kimia
Zat kimia yang digunakan dapat berupa 2 macam yakni zat kimia yang berfungsi untuk koagulasi dan akhirnya mempercepat pengendapan (misalnya tawas). Zat kimia yang kedua adalah berfungsi untuk menyucihamakan (membunuh bibit penyakit yang ada didalam air, misalnya klor (Cl).

4. Pengolahan Air dengan Mengalirkan Udara
Tujuan utamanya adalah untuk menghilangkan rasa serta bau yang tidak enak, menghilangkan gas-gas yang tak diperlukan, misalnya CO2 dan juga menaikkan derajat keasaman air.

5. Pengolahan Air dengan Memanaskan Sampai Mendidih
Tujuannya untuk membunuh kuman-kuman yang terdapat pada air. Pengolahan semacam ini lebih tepat hanya untuk konsumsi kecil misalnya untuk kebutuhan rumah tangga. Dilihat dari konsumennya, pengolahan air pada prinsipnya dapat digolongkan menjadi 2 yakni:
Pengolahan Air Minum untuk Umum
Penampungan Air Hujan. Air hujan dapat ditampung didalam suatu dam (danau buatan) yang dibangun berdasarkan partisipasi masyarakat setempat. Semua air hujan dialirkan ke danau tersebut melalui alur-alur air. Kemudian disekitar danau tersebut dibuat sumur pompa atau sumur gali untuk umum. Air hujan juga dapat ditampung dengan bak-bak ferosemen dan disekitarnya dibangun atap-atap untuk mengumpulkan air hujan. Di sekitar bak tersebut dibuat saluran-saluran keluar untuk pengambilan air untuk umum. Air hujan baik yang berasal dari sumur (danau) dan bak penampungan tersebut secara bakteriologik belum terjamin untuk itu maka kewajiban keluarga-keluarga untuk memasaknya sendiri misalnya dengan merebus air tersebut.

6. Pengolahan Air Sungai
Air sungai dialirkan ke dalam suatu bak penampung I melalui saringan kasar yang dapat memisahkan benda-benda padat dalam partikel besar. Bak penampung I tadi diberi saringan yang terdiri dari ijuk, pasir, kerikil dan sebagainya. Kemudian air dialirkan ke bak penampung II. Disini dibubuhkan tawas dan chlor. Dari sini baru dialirkan ke penduduk atau diambil penduduk sendiri langsung ke tempat itu. Agar bebas dari bakteri bila air akan diminum masih memerlukan direbus terlebih dahulu.

7. Pengolahan Mata Air
Mata air yang secara alamiah timbul di desa-desa perlu dikelola dengan melindungi sumber mata air tersebut agar tidak tercemar oleh kotoran. Dari sini air tersebut dapat dialirkan ke rumah-rumah penduduk melalui pipa-pipa bambu atau penduduk dapat langsung mengambilnya sendiri ke sumber yang sudah terlindungi tersebut.

8. Pengolahan Air Untuk Rumah Tangga
Air sumur pompa terutama air sumur pompa dalam sudah cukup memenuhi persyaratan kesehatan. Tetapi sumur pompa ini di daerah pedesaan masih mahal, disamping itu teknologi masih dianggap tinggi untuk masyarakat pedesaan. Yang lebih umum di daerah pedesaan adalah sumur gali.

Agar air sumur pompa gali ini tidak tercemar oleh kotoran di sekitarnya, perlu adanya syarat-syarat sebagai berikut:
  • Harus ada bibir sumur agar bila musim huujan tiba, air tanah tidak akan masuk ke dalamnya.
  • Pada bagian atas kurang lebih 3 m dari ppermukaan tanah harus ditembok, agar air dari atas tidak dapat mengotori air sumur.
  • Perlu diberi lapisan kerikil di bagian bbawah sumur tersebut untuk mengurangi kekeruhan.
  • Sebagai pengganti kerikil, ke dalam sumur ini dapat dimasukkan suatu zat yang dapat membentuk endapan, misalnya aluminium sulfat (tawas).
  • Membersihkan air sumur yang keruh ini dapat dilakukan dengan menyaringnya dengan saringan yang dapat dibuat sendiri dari kaleng bekas.






A.      Simpulan
       Simpulan dari penulisan makalah ini yaitu:
Air merupakan unsur yang vital dalam kehidupan manusia. Ketersediaan air di dunia ini begitu melimpah ruah, namun yang dapat dikonsumsi oleh manusia untuk keperluan air minum sangatlah sedikit. Dari total jumlah air yang ada, hanya lima persen saja yang tersedia sebagai air minum, sedangkan sisanya adalah air laut. Selain itu, kecenderungan yang terjadi sekarang ini adalah berkurangnya ketersediaan air bersih itu dari hari ke hari. Semakin meningkatnya populasi, semakin besar pula kebutuhan akan air minum. Sehingga ketersediaan air bersih pun semakin berkurang. Potensi air permukaan Di Indonesia sendiri lebih kurang 1.789 milyar m3/tahun. Sekitar 119 juta rakyat Indonesia belum memiliki akses terhadap air bersih (Suara Pembaruan – 23 Maret 2007). Penduduk Indonesia yang bisa mengakses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, baru mencapai 20 persen dari total penduduk Indonesia. Itupun yang dominan adalah akses untuk perkotaaan Penyebab dari terjadinya krisis air bersih ini antara lain: perilaku manusia yang kurang, Populasi yang terus bertambah dan sebaran penduduk yang tidak merata, kerusakan lingkungan, manajemen pengelolaan air yang buruk, global warming, anggaran yang tidak mencukupi, serta buruknya kinerja PAM PDAM. Kemudian krisis air bersih ini juga memberikan dampak yang cukup signifikan bagi kehidupan masyarakat diantaranya dampak bagi kesehatan yaitu timbulnya berbagai macam penyakit dan dampak ekonomi yaitu sulitnya air bersih didapatkan terutama bagi rakyat miskin.
B.       Saran
       Dalam penyusunan makalah ini perlu mendapatkan bimbingan dari guru bidang studi agar dapat disusun sesuai dengan aturan-aturan tata bahasa. Selain itu diperlukan banyak sumber referensi baik yang diperoleh melalui buku-buku maupun jaringan internet.


DAFTAR PUSTAKA
Aminuddin. dkk. 2008. Aktif dan Kreatif Berbahasa Indonesia. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
ACW’s Blog. 2010. Resensi Buku Albert Einstein (1879-1955).10 September 2011. 4.24.
Marsudi, Demas. dkk. 2009. Bahasa dan Sastra Indonesia 3. Jakarta: CV. HaKa MJ.
Rohmadi, Muhammad. Yuli,Kusumawati.2008. Bahasa dan Sastra Indonesia.Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar